MENU

Awal Kisah, BETT Asia 2016 Kuala Lumpur Malaysia

Tentang BETT ASIA

Masih tergambar dengan jelas ketika pertama kali saya mengikuti event bersama Microsoft Indonesia di BETT Asia 2016 yang diadakan di Kuala Lumpur, Malaysia. Event ini digelar di Hotel Mandarin Oriental, Kuala Lumpur, Malaysia. Perhelatan yang didukung perusahaan teknologi Microsoft sebagai partner utama ini mengajak guru, kepala sekolah, hingga pembuat kebijakan untuk lebih melek teknologi pendidikan.

Tahun 2016 Bett Asia edisi Kuala Lumpur mengangkat tema Educating for Global Citizenship. Ada dua komponen dalam gelaran dua harinya (15-16 November 2016). Yang pertama, leadership summit. Berisi diskusi tingkat tinggi, sharing ide, pendidikan, yang melibatkan penentu kebijakan, pemerintah, dan orang berpengaruh dalam dunia pendidikan di Asia.

Yang kedua adalah ekspo atau pameran. Di sini disajikan ragam teknologi hingga solusi terbaru di dunia pendidikan. Partisipannya mayoritas dari kalangan guru, pengajar, hingga kepala sekolah di seluruh Asia. 

Saya akan berbagi kisah bagaimana saya bisa mengikuti ajang BETT Asia 2016 bersama Microsoft, semoga ini memberi inspirasi bahwa hal-hal yang nampaknya sederhana bisa membawa kita menuju kebahagiaan kalau dikerjakan dengan sungguh-sungguh dalam ketekunan.

ToT Integrasi Office 365 Dalam Pembelajaran

Pada bulan Juli Tahun 2016, bapak Budi Santosa (kepala sekolah SMA Negeri 1 Pati) menawarkan workshop “ToT Integrasi Office 365 Dalam Pembelajaran’ yang diselenggarakan atas kerjasama BPTIKP (Balai Pengembangan Teknologi Informasi Komunikasi Pendidikan) Dinas Provinsi Jawa Tengah dan Mirosoft Indonesia. Saya mendaftarkan diri untuk mengikuti workshop tersebut selama 2 hari penuh.

Workshop tersebut diikut oleh 175 peserta, yang dibagi dalam 6 batch. Dalam sesi tatap muka selama 2 hari, Teacher Ambassador Microsoft Indonesia Grace Chandra memberikan berbagai ide menarik menggunakan Microsoft Technology dalam pembelajaran. Materi yang diberikan meliputi ; Digital Literacy, Office Online, OneDrive, Sway dan Office Mix. Peserta lulus jika mengikuti workshop secara penuh dan menyelesaikan tugas online selama 2 minggu. Dari 175 peserta yang lulus dan mendapat sertifikat hanya sebanyak 128 peserta.

128 peserta tersebut mendapat tantangan dari Microsoft Indonesia untuk mendesiminasi materi yang sudah diberikan untuk merebutkan tiket ke BETT Asia Kuala Lumpur Malaysia. Peserta dengan jumlah pelatihan terbanyak akan berangkat ke Kuala Lumpur, Malaysia untuk mengikuti seminar dan memaparkan inovasi pembelajaran yang sudah dilakukan.

Tercatat 28 alumni TOT berpartisipasi aktif mengikuti kompetisi dengan total peserta pelatihan khusus pada bulan september mencapai 3.353 orang guru. Pada akhir penilaian, Microsoft menetapkan 10 orang guru alumni TOT dengan nilai tertinggi yang akan direkrut dalam program Microsoft Innovative Educator Expert (MIEE) dan 3 peserta dengan nilai tertinggi diundang untuk mengikuti Teachers Academy di BETT Asia di Kuala Lumpur, Malaysia 14 s.d. 16 November 2016. Puji Tuhan saya mendapat peringkat pertama dalam penilaian tersebut.

Ini merupakan event pertama saya di forum internasional, dimana biasanya saya keluar negeri hanya untuk urusan jalan-jalan. Di gelaran acara tersebut saya sangat antusias mengikuti semua seminar yang ada, menyerap semua informasi dari nara sumber yang sungguh luar biasa. Dalam satu kegiatan seminar saya memperoleh kesempatan untuk mempresentasikan ide saya untuk sebuah kasus di kelas pembelajaran. Dalam presentasi tersebut saya memaparkan penggunaan LEGO untuk pembelajaran, dan ternyata menjadi presenter terfavorit dan mendapat hadiah kenang-kenangan dari panitia.

Pengalaman Seru di BETT ASIA

Berikut adalah hal seru yang saya dapatkan ketika bergabung bersama Microsoft di BETT ASIA 2016:

Microsoft Welcome Reception

Welcoming Reception dari Microsoft untuk peserta BETT Asia sungguh sangat luar biasa. Dress Code adalah resmi, dan waktu itu saya masih lugu (sampai sekarang pun masih lugu, hehe..) tidak tahu pakaian resmi itu seperti apa. Untungnya Bapak Obert Hoseanto (Teacher Engangement Manajer at Microsott Indonesia) memberi arahan untuk memakai setelan jas atau batik. Karena tidak membawa setelan jas maka saya memakai pakaian batik asli Indonesia.

Kagum dengan caranya Microsoft menyambut kami peserta BETT Asia, saya mencoba berbaur dengan keadaan yang seperti alam impian. Keadaan dimana saya dulu hanya mengerti lewat film-film Hollywood yang biasa saya tonton, orang-orang memakai setelan jas dan gaun yang aduhai ngobrol dengan relasinya, pramusaji lewat silih berganti menawarkan makanan atau minuman dan alunan musik kelas atas memanjakan telinga saya. Dalam hati saya berfikir, "oh ternyata begini rasanya party di event internasional, kalau ini mimpi saya enggak mau bangun dari mimpi ini..".

Mau berfoto selfie agak sungkan nanti dikira "ndesoo.." akhirnya saya hanya memfoto pemandangan indah di luar jendela yang dilihat dari ketinggian lantai 86. Lumayan tinggi karena markas Microsoft di Malaysia berada di dalam Gedung Petronas Tower.

Hotel Mewah Mandarin Oriental

Hotel yang diberikan Microsoft adalah Mandarin Oriental Hotel, hotel yang selalu saya lihat waktu jalan-jalan ke Petronas Tower dan membayangkan bagaimana rasanya menginap di hotel tersebut. Saya paham betul tidak akan ambil hotel tersebut jika saya berangkat sendiri karena harganya yang wowwww bangeett..

it's a like a dream, begitu datang ke Malaysia, penjemput saya langsung mengantar ke Mandarin Oriental Hotel, omg..!!

Sangat excited, saya cepat-cepat ingin masuk ke kamar hotel impian. Proses checkin berjalan agak lambat karena ternyata pihak hotel meminta deposit dengan jumlah sangat lumayan sehingga harus menunggu konfirmasi dari Bapak Obert Hoseanto.

Akhirnya, saya berhasil masuk ke kamar yang sangat nyaman di kamar 2015, yaaa.. benar kamar 2015!! Lihat kebawah hotel dari ketinggian seperti itu jelas membuat mata berkunang-kunang karena semua kelihatan sangat kecil.

Nah, karena ini kamar saya, maka saya ber-selfie sepuasnya di kamar ini, melihat keindahan Petronas Tower dari jendela kamar, mengagumi setiap teknologi yang tersedia di kamar ini (maklum wong ndesoo, hehe..).

Mau lihat hasil jepretan di kamar saya? cool

Interview Dengan Anthony Salcito

Dalam BETT Asia 2016, saya mendapat kesempatan untuk diinterview oleh Anthony Salcito (Vice President of Worldwide Education at Microsoft), ini merupakan sebuah kebanggaan bisa berbagi kisah dengan beliau.

Saya bercerita mengenai bagaimana teknologi diintegrasikan dalam pembelajaran di sekolah, kendala yang dihadapi dan berbagai macam hal seputar pengajaran abad 21. Interview tersebut ditayangkan di berbagai saluran.

Berbincang dengan Anthony Salcito dalam sebuah acara Talk Show tersebut membuka wawasan saya bahwa pendidikan itu bisa bersinergi dengan teknologi sehingga bisa menghasilkan output yang sangat bagus di tangan guru yang tepat.

 

Bett Asia Microsoft Miee Technolgy Yuche

KOMENTAR