MENU

Trip to Padang Day 2

Sesudah mengalami penundaan pesawat yang cukup lama sehingga memaksa kami menginap di jogjakarta, akhirnya kami bisa tiba bandara padang pada pukul 08.00 pagi. Setiba di bandara kami langsung menuju ke hotel menggunakan taksi. 

Ternyata jarak dari bandara ke hotel cukup lumayan jauh karena harus ditempuh selama 45 menit. Sampai hotel jam 09.00 WIB, kami segera persiapan untuk menuju ke lokasi training LPMP Sumatera Barat yang lokasinya terletak di dalam kompleks Universitas Negeri Padang. 

Sesampai disana ternyata upacara seremonial pembukaan sudah selesai dan peserta sebanyak 120 orang sudah dibagi menjadi 3 kelompok sehingga 3 training dilaksanakan secara paralel, saya mengampu Kelas C.

Cukup terkejut karena di Padang ini peserta training hampir didominasi ibu-ibu dan hanya ada 4 pria dalam ruang training, saya dan 3 bapak peserta yang lain. Lumayan seru karena ibu-ibu biasanya gampang panik dan bingung ketika sesuatu terjadi di laptop mereka. Puji Tuhan training berjalan lancar dan peserta sangat antusias mengikuti semua arahan dan mengerjakan tugas dari trainer dengan baik. 

Dalam training kali ini panitia memberikan kejutan yang menyenangkan karena training hari itu sesuai jadwal akan diakhiri jam 21.00 WIB. Woww..!! Tidak biasanya kami memberikan training sampai selarut itu. Tapi melihat antusiasme peserta, lelah kami hilang dan dengan senang hati mengikuti jadwal sampai selesai. 

Jam sudah menunjukkan pukul 21.10 ketika kami keluar dari ruangan training. Panitia memberikan kejutan lagi. Pak Ismet bilang, “yuk mas sebelum balik hotel kita makan terus lihat keindahan kota Padang..”. Oke lah, meskipun tubuh penat, tawaran makan ini sangat sulit untuk ditolak. 

Eh ternyata kami diajak makan durian oleh bu Rika, kesukaan saya banget ini. Cara orang Padang makan durian tergolong unik menurut saya karena durian ini dimakan dicampur dengan ketan. 

Sebagai orang Jawa seperti saya hal ini merupakan pengalaman yang baru karena di tempat asal kami tidak ada orang makan durian pake ketan. Meskipun aneh, lidahku berkata, “..bos ini enaaak banget..!!”. Iya lho, ini memang enak banget. Yang membuat enak selain gratis tentunya (hihii.. makasih yaa panitia), ketan plus durian ini memberikan variasi rasa yang cocok dilidah. Oya, durian di Padang harganya lebih murah dibandingkan harga di Jawa. Durian yang biasanya diharga 125rb di Jawa, di tempat ini hanya perlu membayar 35rb saja. 

Sesudah puas memakan durian, dalam perjalanan balik ke hotel, Pak Ismet mengajak kami untuk mengunjungi Jembatan Siti Nurbaya. Jembatan itu lumayan cantik dengan dihiasi banyak lampu yang membentuk seperti tanduk kerbau. 

Kisah dibalik jembatan tersebut sangat menyayat hati karena ada kisah tragis antara Siti Nurbaya dan Syamsul Bahri dalam sebuah cinta yang kandas karena serangan cinta dan harta dari Datuk Maringgih. Dikisahkan jembatan itu adalah tempat pertemuan terakhir mereka untuk saling menatap dan berbagi kasih. 

Yang sabar mas Syamsul, kalau Siti Nurbaya tidak terjangkau larilah ke Malaysia, disana ada Siti Nurhaliza yang jauh lebih memiliki nilai plus karena dia selain cantik bisa menyanyi pula. 

Sampai disini dulu ceritanya ya, pesawat sudah mau landing. Waktunya pasang seat belt dan mendukung mas Pilot melandingkan pesawat. 

________

Perjalanan Padang – Yogyakarta, ditulis di atas Boeing 737 menggunakan metode Menemu Baling.

12 November 2017.

KOMENTAR