MENU

Eduday Medan 2019: Sekolah 4.0 yang menciptakan guru profesional

Penguasaan teknologi yang tidak merata bagi pendidik merupakan masalah yang dihadapi pemerintah Indonesia, terutama kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dan Kementerian Riset dan Teknologi. Hal ini bisa jadi karena insfratruktur sekolah dan perguruan tinggi yang tidak sama. Biaya mahal biasanya akan menjadi tantangan bagi sekolah dan perguruan tinggi yang akan mengadopsi teknologi yang bisa membantu mereka dalam pembelajaran dan administrasi. Tidak bisa dipungkiri bahwa menyiapkan seperangkat teknologi yang dibutuhkan untuk menciptakan cyber insfratructure masih dirasa mahal oleh beberapa institusi pendidikan.

Eduday Medan 2019 ini membawa kabar baik bahwa dalam menyiapkan semua insfratruktur untuk transformasi ke institusi 4.0, sekolah dan perguruan tinggi tidak perlu biaya mahal dan waktu yang lama. Microsoft dan Microsoft Partner membawa berbagai solusi praktis yang diperlukan dalam bertransformasi.

Eduday Medan 2019 ini memperkenalkan Microsoft Office 365 sebagai alat ampuh dalam bertransformasi yang dimulai dari harga Rp. 0, gratis untuk institusi pendidikan dan menambah biaya sedikit jika menginginkan layanan yang bisa diakses secara offline. 

Program Microsoft Office 365 ini memiliki beberapa fitur, seperti OneNote Class Notebook sehingga bisa membuat catatan digital sesuai gaya pengguna dan sangat mudah diakses dari mana saja. Fitur PowerPoint Pro Plus Edition yang membuat presentasi menjadi lebih hidup dan interaktif dengan slide recording, flipped classroom, dan ppt-mp4.

Education Lead Microsoft Lead Benny Kusuma, mengatakan sejak lama pihaknya berkomitmen pada dunia pendidikan, khususnya seiring dengan bergeraknya sektor industri ke era industri 4.0 yang membutuhkan tidak hanya keterampilan dan talenta digital yang kuat, namun juga akses kepada teknologi digital yang luas.

“Melalui layanan Microsoft Office 365 Education bagi komunitas pendidikan ini, siswa dan pengajar akan semakin dimudahkan dalam berkolaborasi, sehingga menghasilkan produktivitas yang tinggi dan peningkatan kompetensi sumber daya manusia Indonesia diharapkan dapat lebih cepat terwujud, saat ini tercatat ada 253 ribu sekolah dan institusi Pendidikan, 56 juta siswa dengan lebih dari 1 juta pengajar. Dari 1 juta pengajar, 91 persen pengajar telah menggunakan komputer di dalam kelas dan 86 persen pengajar kekurangan waktu untuk membuat bahan mengajar,” ujarnya.

EduDay 2019 Medan diikuti oleh lebih dari 200 pendidik,  baik pendidikan dasar dan menengah, hingga perguruan tinggi serta pemerhati pendidikan. Acara ini dihelat di Ballroom Hotel Adimulia jalan Pangeran Diponegoro no 8 Medan. Acara dimulai pukul 08.00 WIB dan berakhir pukul 15.30 WIB.

Acara dibuka dengan tarian tradisional Sumatra Utara, dilanjutkan dengan pidato sambutan oleh Ibu Mawarni Telaumbanua – Kabid Pembinaan Ketenagaan Dinas Pendidikan Propinsi Sumatera Utara, yang menyampaikan Pembangunan Pendidikan di Sumatera Utara.

Prof. Ismunandar Ph.D. Dirjen Belmawa Kemristekdikti menyampaikan Transformasi Digital untuk Pendidikan Tinggi.  Wahid Kusumadji sebagai GM Small Medium Enterprise Product Marketing, Telkomsel menyampaikan Tantangan Dunia Pendidikan di Era Digital. Diskusi panel tentang Adopsi Teknologi Masa Depan untuk Mendukung Dunia Pendidikan oleh Yuche Yahya Sukaca dari SMAN 1 Pati, Benny Nasution dari Politeknik Negeri Medan, dan Benny Kusuma dari Microsoft Indonesia. 

Selanjutnya, seluruh peserta untuk memasuki Ruang Sesi Fokus dengan materi pilihan masing-masing yang terdiri dari:

1) Track Microsoft Education oleh Obert Hoseanto sebagai  Microsoft Education Programs Manager dan  Roro Martiningsih, Microsoft Innovative Educator Expert, 2) Track Pendidikan Tinggi oleh Rizaldy Syahputra sebagai Key Account Manager Lenovo dan Stephen Hendry sebagai CEO Artha IT Group , 3) Track Dikdasmen oleh Yuche Yahya Sukaca, Cipta Gadhing Artha dan Study Inc.

KOMENTAR