MENU

Jalan-jalan Singapura Part #2: Touchdown Ahmad Yani Airport

Saya merancang itinerary perjalanan yang agak unik (baca: hemat) untuk mengikuti Microsoft Partner Summit 2019 di Marina Bay, Microsoft Office. Bagaimana tidak, jika saya ambil tiket langsung dari bandara Ahmad Yani menuju Singapura harganya jauh lebih mahal jika dibanding dengan saya mengatur keberangkatan dari bandara Soekarno Hatta. Keduanya tetap harus transit di Jakarta.

Oleh karena itu saya membagi penerbangan hari ini melalui dua Armada, pertama via Lion Air untuk SRG - CGK dan Scoot untuk CGA - SIN. Dengan model penerbangan seperti ini saya bisa menghemat sampai 50% dari biaya tiket pesawat, lumayan kan ya?

Pesawat saya yang pertama dijadwalkan berangkat pukul 13.00 WIB dan mulai boarding 12.50. Jarak rumah dari bandara hanya 2 jam via jalur darat, tapi saya memutuskan untuk berangkat pagi-pagi buta karena kondisi jalan saat ini susah diprediksi, kadang cepat atau kadang juga ada macet parah entah itu karena ada program perbaikan jembatan atau perbaikan-perbaikan lain yang menyebabkan penyempitan jalur. Info dari teman bahwa beliau kemarin membutuhkan waktu 5 jam perjalanan, woww..!

Karena saya pernah mengalami ketinggalan pesawat, saya tidak ingin mengalami kesalahan kedua kalinya. Saya berangkat dari rumah jam 05.00 pagi, saat matahari masih belum muncul udara masih sangat dingin. Pagi ini perjalanan saya sangat lancar, waktu yang diperlukan dari rumah menuju airport hanya 2 jam. Itu artinya saya masih harus menunggu pesawat lumayan lama. It's oke lah daripada ketinggalan pesawat seperti waktu dulu, saya lebih suka main aman dan menunggu di bandara.

Touchdown Ahmad Yani Airport

Bandara Ahmad Yani baru sudah jauh lebih megah dari bandara lama. Mulai dari ukuran yang sangat luas, fasiltas yang sudah sangat canggih, tempat makan yang enak dan harganya lumayan terjangkau.

Bandara Apung Pertama (Floating Airport)

Bandara ini dibangun dengan konsep yang sangat unik, Yani terapung di atas rawa-rawa. Di sekitar bandara ini ada rawa rawa dan tambak yang dibiarkan seperti apa adanya sehingga ekosistem atau keseimbangan alam tidak terganggu. rawa-rawa ini bisa dilihat dari udara ketika pesawat mau landing, pemandangannya dijamin memanjakan mata.

Ide membangun bandara terapung merupakan ide yang luar biasa mengingat pendorong model yang seperti ini tentu menampilkan pandangan mata yang berbeda dengan bandara konvensional.

Jauh Lebih Luas dari Bandara Lama

Ketika anda pertama kali menginjakkan kaki di bandara Ahmad Yani tentu kesan yang muncul adalah bandara ini nampak sangat luas jika dibandingkan dengan beberapa penduduk Indonesia atau jika dibandingkan dengan bandara Ahmad Yani yang lama. Setelah investigasi beberapa data ternyata memang benar bahwa penginderaan jauh lebih luas dari bandara yang lama, tepatnya 9 kali lebih luas! Untuk berjalan menuju terminal keberangkatan Anda harus berjalan lumayan lama, cukup membuat tubuh kita terasa bugar dan segar.

Makanan Yang Enak dan Terjangkau

Ketika berada di bandara ini jangan sungkan untuk mencicipi beragam menu khas Semarang yang ada disini. Saya sudah mencoba hampir semua makanan yang ada di sini dan rasanya nendang, enak banget!

Dari semua makanan yang tersedia disini ada satu favorit saya, Soto Neon.

Ini adalah soto khas Semarang yang menjanjikan rasa yang enak banget. Soto neon adalah soto dengan kuah bening, kelihatannya tanpa santan, yang dilengkapi dengan bihun dan ayam tentunya. Tidak lengkap ketika anda mencoba soto ini tanpa mengambil sate jeroan yang disediakan oleh penjualnya. Sate jeroannya gurih dan dan manis bercampur jadi satu menghasilkan rasa lezat yang tidak terlupakan.

KOMENTAR